Hadapi Natal dan Tahun Baru 2022, Pemprov Bengkulu Berlakukan PPKM Level 3

Hadapi Natal dan Tahun Baru 2022, Pemprov Bengkulu Berlakukan PPKM Level 3

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah didampingi Wakil Gubernur, Rosjonsyah meminpin rapat koordinasi dengan para bupati dan wali kota se-Bengkulu dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah perayaan Natal dan Tahun Baru di daerah ini.[Foto/MC Pemprov Bengkulu]

BENGKULU, HARAPANBARUNEWS- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menghadapi perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, akan memberlakukan penerapan PPKM level 3 di seluruh wilayah provinsi ini.

Dijawalkan pelaksanaan PPKM level 3 di Bengkulu, akan berlangsung dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang. Pelaksanaan PPKM ini menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Natal 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

“Sesuai dengan instruksi Mendagri mulai tanggal 24 Desember-2 Januari 2022, kita akan memberlakukan penerapan PPKM level 3 di seluruh kabupaten dan kota untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 pasca Natal dan Tahun Baru 2022 di daerah ini,” kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah seusai rapat koordinasi secara virtual dengan para bupati dan wali kota se-Bengkulu, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya di Bengkulu, Selasa (30/11/2021).

Ia mengatakan, jika diberlakukan PPKM level 3 di wilayah Provinsi Bengkulu, maka aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dibatasi, seperti pusat keramaian, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, termasuk kegiatan pesta pernikahan dan sejenisnya harus mematuhi protokol kesehatan level 3.

Dengan adanya pembatasan tersebut, diharapkan kasus Covid-19 pasca Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Bengkulu, tidak terjadi lonjakan, sehingga pandemi virus corona di daerah ini terus melandai dan segera menghilang dari Bumi Raflesia.

Terkait gerakan vaksinasi Covid-19 di Bengkulu, mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini mengatakan, hingga saat ini kegiatan vaksinasi Covid-19 terus dilaksanakan oleh semua instansi, TNI-Polri, dan Forkopimda setempat.

Hasil vaksinasi dari berbagai pihak tersebut, akan disinkronisasikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, sehingga data masyarakat yang belum disuntik vaksinasi baik dosis pertama dan kedua dapat diketahui dengan pasti.

“Masyarakat yang belum disuntik vaksin Covid-19 baik dosis pertama dan kedua, akan didatangi ke rumahnya oleh petugas kesehatan setempat untuk memvaksin mereka. Ini dilakukan agar angka capaian vaksinasi sesuai target nasional sebesar 70 persen dari sasaran sebanyak 1,5 juta jiwa lebih dapat direalisasikan dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, katanya angka capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah mencapai 62,80 persen dan angka ini terus meningkat seiring dengan kegiatan serbuan vaksinasi massal yang dilaksanakan berbagai instansi, seperti TNI, Polri, Dinkes provinsi dan kota serta organisasi swasta yang ada di daerah ini.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Ia mengatakan, angka capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Bengkulu, akan terus meningkat seiring dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi di kabupaten dan kota di daerah ini.

Selain itu, seluruh puskesmas, rumah sakit pemerintah, rumah sakti swasta, klinik, RS Bhayangkara dan RS DKT yang ada di Provinsi Bengkulu, diinstruksikan agar melayani masyarakat yang datang untuk minta disuntik vaksin Covid-19.

“Dari upaya yang kita lakukan sekarang, kami optimistis target capaian vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen dari 1,5 juta jiwa dapat direalisasikan dengan baik pada akhir Desember 2021 sesuai harapan pemerintah pusat,” ujarnya.

Herwan mengimbau masyarakat Bengkulu, yang belum divaksin segera mendatangi gerai-gerai vaksin, puskesmas dan rumah sakit setempat untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 guna mencegah terpapar virus corona.

Perketat Perbatasan

Terkait antisipasi lonjakan Covid-19 di Bengkulu, setelah perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Kepala Satpol PP Bengkulu, Murlin Hanizar mengatakan, pihaknya akan membatasi masyarakat dari luar masuk ke Bengkulu mendekati Natal dan Tahun Baru 2022 dengan menempatkan anggota Satpol, Polri dan TNI di pintu perbatasan Bengkulu dan Bandara Fatmawati Soekarno.

“Cek Poin terutama di Bandara dan jalur darat pintu-pintu masuk utama ke Provinsi Bengkulu, akan dijaga ketat, sehingga orang luar tidak banyak masuk ke Bengkulu, saat menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2022,” ujarnya.

Selain itu, setiap orang luar yang masuk ke Provinsi Bengkulu, akan dilakukan pengecekan data vaksinasi melalui aplikasi peduli dilindungi di pintu-pintu masuk ke daerah ini guna memastikan mereka apakah sudah divaksin atau belum.

Bagi masyarakat luar yang belum divaksin Covid-19 baik dosis pertama maupun dosis kedua dilarang masuk ke Provinsi Bengkulu pada saat diberlakukan PPKM level 3 nanti. Hal ini dilakukan agar tidak muncul kasus baru penyebaran virus corona di daerah ini setelah Natal dan Tahun Baru 2022.

Selain itu, Satpol PP Pemprov Bengkulu juga akan memantau tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan orang pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, seperti tempat objek wisata, rumah ibadah, khususnya gereja yang dijadikan tempat ibadah Natal dan Tahun Baru, serta tempat lainnya.

“Di tempat-tempat ini kita pastikan setiap orang yang datang wajib menerapkan prokes ketat guna mengantisipasi muncul kasus baru positif Covid-19 setelah Natal dan Tahun Baru 2022 di daerah ini,” ujarnya.(Usmin)

COMMENTS